RESIMEN STOOTTROEPEN 5

Resimen Stoottroepen 5 dibentuk berdasarkan konsep tahun 1947. Dibentuk tgl. 1 Oktober 1947 di Vught. Berlayar dengan ”Volendam” tgl. 5 Nopember 1947 menuju Hindia Belanda Timur dan tiba di Batavia tgl. 9 Desember 1947. Langsung setelah ketibaan mereka disana, para spesialis dibawa pergi dari Staff dan pendukung kompeni dan dikirim ke Jawa Timur untuk memperkuat Infantri KNIL XXIII. Sisa dari batalion dipindahkan ke Makassar di sebelah Selatan Celebes, dimana mereka melanjutkan latihan dasar. Pada bulan Januari 1948, 120 orang dipisahkan dari batalion dan digabungkan ke Polisi Militer MPII-I. Kebalikannya kompeni II dari Resimen Garde Princess Irene 5 dipindahkan ke batalion.

 

Pada tgl. 25 Pebruari 1948 batalion terlibat dalam pertempuran untuk pertama kalinya disekitar Boeloe-Boeloe dan Garasikang. Dan tgl. 3 Mei 1948 batalion dipindahkan ke Jawa, dimana mereka digabungkan ke Tijger Brigade, membebas-tugaskan Resimen Infantri 2-7 yg berada disekitar Ambarawa.

 

Selama Polisi Aksi II batalion mengambil bagian dalam pengambil-alihan Jogjakarta dan menangkap pemimpin-pemimpin republik. Mereka dipindahkan melalui udara dari Kalibentang, Semarang ke lapangan udara Magoewo, Jogjakarta. Ini merupakan unit batalion Belanda yg dipindahkan dengan cara demikian. Setelah mengambil-alih kota, batalion ditugaskan untuk mengamankannya.

 

Setelah Aksi Polisi II, waktu mereka dipergunakan untuk patroli dan pengamanan disekitar daerah Jogjakarta. Pada tgl. 1 Maret 1949 TNI menyerang Jogjakarta. Sebuah penyerangan yg berakhir dalam waktu 6 jam setelah pertempuran hebat. Pada tgl. 10 Maret 1949 batalion berpartisipasi dalam aksi disekitar Wonosari bersama dengan Korps Tropen Spesial, Resimen Infantri 5-5 dan Resimen Infantri 5-6. Setelahnya batalion mengambil-alih posisi-posisi disekitar Kalioerang, Tjebongan dan Prambanan dari Resimen Infantri 5-5.

 

Pada tgl. 29 Juni 1949 Jogjakarta dikembalikan kepada republik, setelah mendapat tekanan dari Amerika. Resimen Infantri 1-15 merupakan unit terakhir yg meninggalkan Jogjakarta dan pindah ke Poerwaredja. Pada akhir Oktober 1949 batalion dipindahkan ke Semarang dan ditugaskan sebagai penjaga keamanan. Batalion tinggal disini sampai repartriasi mereka, berlayar dengan “Nelly” tgl. 7 April 1950 dan tiba di Belanda tgl. 2 Mei 1950.

 

 Kembali