RESIMEN INFANTRI 5-5

Resimen Infantri 5-5 dibentuk tgl. 1 Juli 1947 di Schalkhaar berdasarkan konsep tahun 1947. Mereka berlayar dengan “Zuiderkruis” menuju Hindia Belanda Timur tgl. 17 Desember 1947 dan tiba di Semarang tgl. 16 Januari 1948. Setelah ketibaan mereka langsung dikirim ke Resimen Infantri 5-13 di Cheribon dan berada disana hanya untuk 1 bulan saja. Setelah kompeni IV disebarkan ke batalion lainnya di Jawa, Resimen Infantri 5-5 dipusatkan disekitar Salatiga bersama dengan Resimen Infantri 2-6 dan Resimen Infantri 2-7. Pada tgl. 9 April 1948 Resimen Infantri 5-5 mengambil-alih posisi-posisi di Kopeng, Karangdoeren, Setoegoer, Dadapajam dan Reksosari dari Resimen Infantri 2-6. Pada tgl. 5 Nopember 1948 Resimen Infantri 5-5 dibebas-tugaskan oleh Batalion Infantri 411 dan berpusat di Dadapajam, Reksosari dan Telogo.

 

Selama Aksi Polisi II tgl. 19 Desember 1945 Resimen Infantri 5-5 berpindah ke Jogjakarta, kecuali para perintis yg terbang ke Jogjakarta bersama para komandan. Mereka bergabung lagi dengan sisa Resimen Infantri 5-5 lainnya tgl. 21 Desember 1948 ketika mereka tiba di Jogjakarta. Sehari setelah tgl. 22 Desember 1948 Resimen Infantri 5-5 diperintahkan untuk bergerak ke Magelang, yg telah diambil-alih oleh Infantri KNIL V. Mereka mengambil-alih keamanan di Magelang tgl. 23 Desember 1948. Pada tgl. 24 Desember Resimen Infantri 5-5 mengambil-alih Temanggoeng dan Parakan tgl. 25 Desember. Sehubungan dengan operasi “Zuid” Resimen Infantri 5-5 dipindahkan ke Jogjakarta tgl. 12 dan 13 Januari 1949. Aksi ini dimulai tgl. 18 Januari 1948 untuk membersihkan daerah Selatan Jogjakarta. Setelah aksi ini Resimen Infantri 5-5 mengambil posisi-posisi di Sentolo, Barongan, Bantoel dan Karangsemoet dan daerah-daerah tersebut dapat dibersihkan dalam waktu 3 minggu. Pada tgl. 6 Maret 1948 kompeni pendukung dari Resimen Grenadier Garde 5 dipindahkan ke Resimen Infantri 5-5 dan berpusat di Kota Gedeh. Setelahnya kompeni dipisahkan dan anggota-anggotanya disebarkan ke sisa Resimen Infantri 5-5. Pada tgl. 16 Maret posisi-posisi di Sentolo, Barongan dan Bantoel dialihkan kepada Resimen Stoottroepen 5.

 

Pada tgl. 18 Maret 1949 Resimen Infantri 5-5 berpusat di Jogjakarta, dimana mereka tinggal sampai evakuasi kota tersebut tgl. 29 Juni 1949. Pada tgl. 1 Juli 1949 Resimen Infantri 5-5 mengambil-alih posisi-posisi di sekitar Klaten dari Infantri KNIL I dan Resimen Infantri 4-9, tetapi mereka tidak diberikan istirahat di daerah tersebut. Setelah area ini dialihkan kepada TNI, Resimen Infantri 5-5 berpindah ke Koedoes. Dan tgl. 18 Desember 1949 Resimen Infantri 5-5 berpusat di Oengaran, dimana mereka dibebas-tugaskan tgl. 13 Maret 1950 oleh Batalion Infantri 425. Di Semarang para grenadier dipindahkan kembali ke unit mereka sendiri. Dan tgl. 20 Maret 1950 Resimen Infantri 5-5 berpusat di Buitenzorg sambil menunggu repatriasi mereka. Pada tgl. 20 April 1950 Resimen Infantri 5-5 berlayar dengan “Nelly” untuk kembali ke Belanda dan tiba disana tgl. 2 Mei 1950.

 Kembali