RESIMEN STOOTTROEPEN I

Resimen Stoottroepen I dibentuk tgl. 15 Juli 1945 di Harskamp. Mereka terdiri dari OVW (sukarelawan perang) yg terutama berasal dari Resimen Limburg dari Pasukan Interior sebelumnya. Resimen ini aktif sejak akhir th. 1944 dan berpartisipasi waktu infansi Jerman sebagai bagian dari Pasukan US 9. Tugas utama mereka adalah keamanan, penjagaan dan sebagai polisi. Selain membersihkan keberadaan lawan. Setelah Jerman Resimen ini ditugaskan di Belgia dan Perancia. Dalam bulan Juni 1945, mereka bergabung dengan Komando Brabrandt dan dibentuk sebagai satu resimen. Resimen Perang Stoottroepen terdiri dari Resimen Stoottroepen I dan III (sesudahnya VII).

 

Pada tgl. 27 September 1945 resimen dipindahkan ke Wokingham, Inggris untuk menerima latihan lanjutan dan peralatan untuk persiapan ditugaskan  ke seberang lautan.

 

Pada tgl. 12 Oktober 1945 resimen berlayar dengan “Alcantara” ke Hindia Belanda Timur. Karena Admiral Mounbattern, Komandan Komando Asia Tenggara melarang Pasukan Belanda untuk menjejakkan kaki di tanah Indonesia, jadi mereka berlayar menuju pantai Port Dickson Charley, Malaka.

 

Pada bulan Maret 1946 pasukan Belanda akhirnya diijinkan untuk mendarat di Hindia Belanda Timur. Dan tgl. 12 Maret 1946 Resimen Stoottroepen mendarat di Semarang. Disini mereka mengambil-alih bagian Timur dari kota sepanjang garis perbatasan, termasuk 2 post di “Slaughterhouse” dan ”Boss”. Aksi pertama ”Primeur” terjadi tgl. 1 April 1946 di Kidoel. Disini dibuat pos baru yg dinamakan ”Poin #13”.

 

TNI melakukan penyerangan hebat di kota bulan Agustus, tetapi berhasil digagalkan. ”Poin #13” terutama mengambil bagian penting dalam penanggulangan penyerangan tersebut.

 

Selama Aksi Polisi I batalion bergerak ke arah Selatan untuk mengambil-alih Oengaran, Bawen dan Salatiga. Kemudian mereka ditugaskan di Semarang untuk mengambil-alih Mranggen dan Poerwosari. Setelah itu dilanjutkan dengan aksi pencarian di sebelah Barat Semarang bersama dengan Resimen Infantri 2-6. Pada hari terakhir Aksi Polisi I, Demak, Dempek dan Goeboeg berhasil diamankan. Setelah tgl. 5 Agustus 1947 Resimen Stoottroepen I dipusatkan di sebelah Barat Salatiga, dengan pos-pos di Tjandiredjo, Deelok, Karangdoeren dan Kopeng. Melalui patroli yg intensif dan operasi pencarian, area tersebut bisa diamankan pada bulan Nopember 1947.

 

Sehubungan dengan repartriasi dari Resimen Stoottroepen I, Resimen Infantri 2-6 dan 2-7 mengambil-alih daerah mereka. Dan pada tgl. 11 Januari 1948 Resimen Stoottroepen 1 dipusatkan di Salatiga, dimana mereka dilepas-tugaskan oleh Resimen Infantri 5-5.

 

Pada tgl. 22 Januari 1949 Resimen Stoottroepen I berlayar dengan “Zuiderkruis” meninggalkan Hindia Belanda Timur dan tiba di Rotterdam tgl. 18 Pebruari 1948.

 Kembali