KOMPENI SUPLAI DAN TRANPORTASI 17

Kompeni Suplai dan Transportasi 17 dibentuk pada tgl. 15 Nopember 1946 di Detmers Caserne, Eefde. Seperti Kompeni Suplai dan Transportasi yg normal, mereka memiliki 5 peleton terdiri dari sebuah Peleton Staff, sebuah Peleton Workshop, 2 Peleton transportasi, tetapi tidak seperti Kompeni Suplai dan Transportasi lainnya, mereka memiliki sebuah Peleton Suplai. Merupakan tugas dari Peleton Suplai untuk mendistribusikan perlengkapan harian dan mingguan di dalam Brigade. Selain itu, mereka mengontrol tugas bakery (pembuatan roti), rumah pejagalan dan gudang amunisi.

 

Pada tgl. 25 April 1947 Kompeni Suplai dan Transportasi pindah dengan kereta api dari Leeuwarden dimana mereka berpusat pada waktu itu ke Amsterdam. Dari Amsterdam mereka berlayar dengan Boissvain menuju Hindia Belanda Timur dan tiba di Tandjong Priok pada tgl. 21 Mei 1947. Disana Kompeni dipusatkan di Kantor Gubernur untuk menyesuaikan diri dengan cuaca. Senjata mereka harus dikirim dari Afrika Selatan. Hal ini disebabkan senjata-senjata tersebut tidak diijinkan lewat Terusan Suea bersama-sama dengan pemiliknya. Mereka bertugas jaga hanya dengan senjata bambu runcing, walau lawan hanya beroperasi 500 meter jauhnya dari mereka. Selama Aksi Polisi I Kompeni Suplai dan Transportasi bertugas mengangkut perlengkapan brigade dan barang-barang penting lainnya di Jawa Barat.

 

Setelah Aksi Polisi I Kompeni Suplai dan Transportasi dipindahkan lewat laut ke Semarang, dimana mereka dibawah komando Tijger Brigade. Disana mereka memenuhi tugas mereka sebagai unit suplai dan transportasi.

 

Di malam diantara tgl. 19 dan 20 Desember 1948 pada waktu Aksi Polisi II, Kompeni Suplai dan Transportasi terlibat dalam aksi mengangkut perlengkapan di jalan-jalan di Salatiga, Demak dan Pekalongan.

 

Pada bulan Agustus 1949 para staff dan sebagian kendaraan kembali ke Semarang, tetapi hanya untuk sementara waktu. Setelah beberapa minggu Kompeni Suplai dan Transportasi kembali ke Salatiga. Mereka tersebar di daerah yg cukup luas dari Salatiga, Solo, Magelang, Peti sampai Semarang. Selain itu kendaraan-kendaraan dan pengemudi-pengemudinya menyadari mereka tergabung ke unit-unit di seluruh Jawa Tengah.

 

Di bulan Nopember 1949 seluruh Kompeni Suplai dan Transportasi pindah kembali ke Semarang dan berpusat di sekitar Gombel. Sebuah peleton yg dipindahkan dari Kompeni Suplai dan Transportasi 7 tinggal di Oengaran. Pada akhir tahun 1949 Kompeni Suplai dan Transportasi dalam peranan yg kurang terhormat yaitu mengangkut lawan, walau tempat tujuan pengangkutan kemudian berubah. Di bulan Desember 1949 Kompeni Suplai dan Transportasi 17 mengalihkan kendaraan mereka kepada lawan.

 

Pada tgl. 22 Pebruari 1950 Kompeni Suplai dan Transportasi berlayar dengan Volendam meninggalkan Hindia Belanda Timur yg sekarang disebut Indonesia. Mereka tiba di Belanda pada tgl. 23 Mei 1950.

 Kembali